Belum ke Sumenep kalau belum pernah kesini!
Liburan Anti Mainstream ke Tempat Wisata Bersejarah di Sumenep

Jika weekend kali ini kalian belum punya rencana untuk berpergian, cobalah sesekali berkunjung ke Kota Sumenep, Madura. Jangan khawatir, bakal ada banyak sekali keindahan yang bisa kamu dapatkan disana.

1. Taman Adipura yang sangat digandrungi seluruh lapisan masyarakat di kota Sumenep

1. Taman Adipura yang sangat digandrungi seluruh lapisan masyarakat di kota Sumenep wisatamadura.or.id

Ketika kamu sampai di Kota Sumenep, kamu akan sangat mudah menemukan taman ini, karena taman Adipura ini terletak di jantung kota Sumenep. 

Banyak sekali pengunjung yang berkunjung kesini, apalagi kalau malam minggu, muda-mudi Madura sering menghabiskan waktu menikmati indahnya pemandangan lampu yang menghiasi taman, atau hanyasekedar kongkow  membeli makanan ringan dan bersantai. Tempat ini sangat cocok untuk menjadi taman rekreasi,  karena memiliki konsep Ruang Terbuka Hijau, banyak sekali pohon-pohon rindang yang siap melindungi kamu di tengah teriknya matahari sore. Keberadaannya di pusat kota juga menjadi tempat yang pas untuk melepaskan lelah dari hiruk-pikuk kota. 

Buat kamu yang membawa anak kecil, jangan khawatir, karena disitu banyak sekali disediakan arena permainan, misal sepeda motor mungil, becak mini, dan masih banyak lagi lainnya. Taman Adipura ini tidak memungut karcis dari pengunjung yang datang, jadi kalian tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun.

Setelah puas bermain dan menikmati Taman Adipura, jika kamu berdiri ke sebelah barat, maka ada sebuah masjid Agung yang berdiri megah membuat kamu berdecak kagum.

2. Masjid Agung yang memiliki arsitektur unik

2. Masjid Agung yang memiliki arsitektur unik suaramuslim.com

Dahulu masjid ini bernama Masjid Jamik dan terkenal lantaran bangunannya yang mengadopsi arsitektur dari berbagai budaya. Belakangan, masjid ini menjadi kian populer. Foto-fotonya banyak diunggah ke media sosial. Tak heran mengapa masjid ini begitu menjadi sorotan.

Bentuknya yang unik dibalut warna cat putih dan kuning keemasan membuat tampilan masjid ini sangat fotogenik. Masjid Agung Sumenep dibangun pada kurun tahun 1779 hingga 1787 Masehi atau sesaat setelah Keraton Sumenep selesai dibangun. Bangunan masjid ini memadukan gaya arsitektur Arab, Persia, Eropa,Jawa, India, dan China. Hal ini melambangkan beragamnya etnis yang tinggal diMadura.

Kekhasan arsitekturnya bisa kamu lihat mulai dari gerbang masuknya yang mengadopsi gaya arsitektur China. Sementara bagian badan masjid menampilkan ciri khas perumahanJawa. Minaret atau menara yang terdapat di sebelah barat masjid yang terpengaruh arsitektur Eropa atau Portugis. Pewarnaaan pada bagian pintu dan jendela kental dengan arsitektur khas Madura. Di samping arsitekturnya yang menawan, Masjid Agung Sumenep juga termasuk 10 besar masjid tertua diIndonesia.

3. Keraton Sumenep yang memiliki beragam benda unik di dalamnya

3. Keraton Sumenep yang memiliki beragam benda unik di dalamnya eastjava.com/

 

Seratus meter di sebelah timur Taman Adipura adalah lokasi Museum dan Keraton (Istana) Sumenep. Bangunan tua di sisi kanan jalan adalah tempat untuk menyimpan kereta emas, sebuah hadiah dari Ratu Inggris ke Raja Sumenep. Selain itu, juga digunakan untuk menjaga warisan lainnya; kursi tua, meja tua dan warisan lainnya.

Istana ini dibangun pada tahun 1762 di masa pemerintahan Tumengung Arya Nata Kusumo 1. Terdiri dari Gerbang, Pendopo, Istana itu sendiri, Istana tua dan Taman Sare. Gerbang ini terletak di sisi kiri istana. Ini adalah gerbang besar dengan gaya Eropa yang populer disebut Labang Mesem (Gerbang Tersenyum), jalan masuk ke kompleks istana.

Banyak hal-hal menarik yang tentunya berhubungan dengan sejarah yang bisa kamu lihat di museum, seperti kereta keraton yang dibuat pada abad ke 18, keramik dari Dinasti Ming, naskah kuno, peralatan pertanian dan nelayan kuno, prasasti,arca, hingga koleksi ragam senjata seperti keris, tombak, pedang, meriam, ada juga alat rumah tangga kerajaan, serta peralatan pribadi anggota kerajaan.

Selain itu yang lebih menakjubkan di museum ini kamu bisa menyaksikan Al-Quran yang berukuran raksasa, 4 x 3 meter dengan berat 500 kg yang dibuat oleh seorang wanita bernama Yanti yang berasal dari Desa Blunto, dan dikerjakan selama 6 bulan. 

Setelah puas berkeliling di Keraton Sumenep, mari kita lanjutkan perjalanan ke Makam Asta Tinggi.

4. Makam Para Raja - Raja Sumenep "Asta Tinggi"

4. Makam Para Raja - Raja Sumenep "Asta Tinggi" daenggassing.com

Makam Asta Tinggi merupakan kuburan para Raja Sumenep dan keturunannya yang berada di Kabupaten Sumenep. Tepatnya di kawasan dataran bukit tinggi Kebon Agung. Dalam bahasa Madura Asta Tinggi disebut sebagai Asta Rajâ yang maknanya adalah makam para Pangradjâ atau para Pembesar Kerajaan yang berupa makam. Asta Tinggi dibangun sekitar tahun 1750 M. Kawasan Pemakaman Asta Tinggi rencana awalnyaoleh Panembahan Somala dan dilanjutkan oleh Sultan Abdurrahman PakunataningratI dan Panembahan Natakusuma II. 

Jadi, sudahkah kamu tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata yang berbeda?

Menurutmu?

Percakapan Facebook