Karena tak kenal maka tak sayang.
Yuk Kenalan Sama 16 Tipe Kepribadian. Kamu yang Mana?

mbtibase.com

Sanguinis yang kalau udah ngobrol dan bercanda susah berhentinya. Melankolis yang suka mikir dan perfeksionis. Koleris yang tegas dan agak bossy. Juga si Pragmatis yang diam-diam menghanyutkan! 

4 Tipe Kepribadian di atas pasti sudah sering kamu dengar. Diperkenalkan Florence Littauer lewat buku Personality Plus, terbitan pertamanya tahun 1983 lho! Menurut Florence, seseorang nggak mungkin Sanguinis saja 100 persen, atau Pragmatis saja. Tapi gabungan dari keempat tipe kepribadian, dengan 1 atau 2 sifat campuran yang lebih dominan dibanding yang lain.

16personalities

Terus kalau 16 personalities, tambah banyak dong? Yap, 16 Tipe Kepribadian lahir dari tes Myers-Birggs Type Indicator (MBTI). Dirancang untuk mengukur preferensi psikologis seseorang dalam melihat dunia dan membuat keputusan. Dikembangkan Katherine Cook Briss dan puterinya Isabel Briggs Myers sejak Perang Dunia II (1939-1945). Mereka percaya, pengetahuan kepribadian akan membantu perempuan yang akan memasuki dunia kerja di bidang industri. Setelah mengalami pengembangan, akhirnya Tes MBTI ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1962. Wah, lebih tua dibanding Si Empat Tipe tadi ya!

The Odyssey Online

MBTI secara garis besar punya empat skala kecenderungan. Ekstrovert vs Introvert, Sensasi vs Intuisi, Berpikir vs Merasa, dan Menilai vs Mengamati. Dari keempat skala tadi, dibagi jadi 16 tipe berbeda. Contohnya, INFJ; Introversion, Intuitive, Feeling dan Judging. Terus ada juga ESFJ; Extraversion, Sensing, Feeling dan Judgment. Dan banyak lagi lainnya.

Terus apa sih manfaatnya mengetahui berbagai macam kepribadian yang banyak itu? Jawabannya, banyak banget! Yang pertama tentu kita harus mengenali diri sendiri dulu. Tak kenal maka tak sayang. Kalau kita bisa mengenali kepribadian diri, kita akan lebih sayang sama diri sendiri. Karena kita tahu dan menerima apa kelebihan dan kekurangan kita. Mengenali kepribadian diri membantu kita menentukan jalan hidup dan solusi saat menghadapi tantangan. Nggak memaksakan jadi orang lain apalagi iri dengan sifat orang lain. Kalau kata Isyana Sarasvati, keep being you gitu deh :D

L&D Daily Advisor

Terus yang nggak kalah penting, kalau kita mengetahui berbagai tipe kepribadian, kita nggak kaget-kaget amat saat bersosialisasi. Kita paham bahwa nggak semua orang punya cara berpikir dan bersikap yang sama dengan kita. Mereka punya keunikan dan warna masing-masing. Beda kepribadian, bisa jadi beda juga cara PDKT-nya.

Ciyee. I see your true colors, that’s why I love you~ ups, jadi nyanyi deh!

Menurutmu?

Percakapan Facebook