30 Kawan Muda Suara Surabaya jalan-jalan ke Terminal Teluk Lamong
SS Muda Pelesir ke Teluk Lamong, Pelabuhan Ternyata Keren

Sebanyak 30 Kawan Muda Suara Surabaya jalan-jalan ke Terminal Teluk Lamong, Sabtu (19/1/2019). Mereka melihat dari dekat aktifitas di pelabuhan modern yang dioperasikan oleh PT Terminal Teluk Lamong, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo III).

Kegiatan ini adalah rangkaian program Suara Surabaya Muda batch 2 setelah sebelumnya, pada 15 Desember lalu, mereka telah mengikuti workshop jurnalistik dan fotografi. Kegiatan kali ini untuk menerapkan materi yang mereka dapatkan di lapangan.

Mereka diajak untuk menyaksikan secara langsung kecanggihan Terminal Teluk Lamong yang diklaim sebagai satu di antara lima pelabuhan tercanggih di dunia, berdampingan dengan Pelabuhan Virginia di Amerika Serikat; Pelabuhan Catalunya di Spanyol; Pelabuhan di Korea Selatan; dan pelabuhan di Abu Dhabi.

Fransisco Roger, Kawan Muda Suara Surabaya dari SMA NSA, Faradilla dari SMK Ketintang, dan Claudia dari SMKN 1 mengatakan, setelah melihat dari dekat Pelabuhan Teluk Lamong, mereka baru tahu bahwa ternyata Surabaya memiliki Pelabuhan yang bersih dan modern.

"Selama ini kami bayangkan pelabuhan itu kumuh, ternyata tidak. Pelabuhan ini bersih dan modern. Keren. Kami juga bisa melihat langsung teknologi pengangkutan peti kemas yang tidak lagi manual di Terminal Teluk Lamong ini," kata Fransisco.

Suara Surabaya Muda melihat langsung bagaimana Terminal Teluk Lamong menjalankan konsep smart green port. Tidak seperti terminal di pelabuhan lainnya di Indonesia, Terminal Teluk Lamong menggunakan sistem otomasi.

Sumber Daya Manusia hanya sebagai operator yang menggerakkan sistem pengangkutan kontainer di sisi land side Lapangan Penumpukan Terminal Teluk Lamong. Baik untuk kontainer yang berasal dari dermaga peti kemas maupun yang akan dikirim ke dermaga peti kemas.

Tim SS Muda sempat mengamati cara kerja Automatic Staking Crane (ASC), mesin crane otomatis yang ada di Lapangan Penumpukan dari lantai empat ruang kontrol pengatur kontainer. Semua sistem sepenuhnya otomatis, operator hanya membantu receiving delivery untuk kontainer yang keluar-masuk.

Samiaji Terminal Manager Teluk Lamong mengatakan, alasan konsep green port diterapkan di terminal ini adalah untuk mengurangi polusi dari solar. Sejak dari gerbang masuk, truk-truk pengangkut dicek emisi. Bila tidak sesuai standar, truk itu dilarang masuk. Hanya kontainernya yang akan diangkut.

Dia juga menjelaskan, di Terminal Teluk Lamong juga sangat jarang mengalami pemadaman listrik. Kalaupun terjadi, durasinya maksimal 5 menit karena bisa berimbas ke semua sistem bongkar muat barang di terminal Teluk Lamong.

Reka Yusmara Manajer Komunikasi Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong juga memberikan penjelasan kepada mereka tentang proses panjang pembangunan Terminal Teluk Lamong. Konsep pelabuhan ini, kata dia, sudah dirancang sejak 2006 silam.

"Karena proses perizinan yang panjang, pembangunan ini baru bisa diselesaikan pada 2014. Sejak 2015 diresmikan oleh Pak Presiden Joko Widodo, Terminal Teluk Lamong sudah mampu berkontribusi memangkas waktu bongkar muat kontainer komoditi yang sebelumnya cukup panjang, sehingga mengurangi cost produksi barang-barang kebutuhan pokok. Tujuan pembangunan Terminal Teluk Lamong ini memang untuk itu," katanya.

Pada kesempatan yang sama, beberapa karyawan milenial yang tergabung di Change Management Pelindo III juga sempat mengenalkan portizen, sebuah wadah generasi millenial di Pelindo III yang memberikan sumbangsih pemikiran bagi perusahaan. Salah satu sumbangsih ide dan aktivitas mereka, mengampanyekan diet plastik dan diet kertas di lingkungan kantor mereka.

Menurutmu?

Percakapan Facebook