Membuat start up bukanlah hanya untuk keren-kerenan, tetapi harus jadi solusi untuk masalah di masyarakat
Praw: Main Kode-kodean Bisa Asik Juga

Mengawali obrolan dengan menampilkan bagian belakang sapi, Prasetyo Adi Wicaksono Founder Code for Indonesia bercerita mengenai jumlah sapi yang surplus, tapi kenapa masih harus impor sedangkan daging sapi yang sudah terpotong belum habis dikonsumsi. Kegelisahan lulusan jurusan teknik informatika ITB ini berbuah aplikasi karapan.id yang berkonsep pasar peternakan modern.

Praw, sapaan akrab pria yang menjadi inisiator Jakarta Smart City ini mengatakan membuat sebuah start up bukanlah hanya untuk keren-kerenan. "Akan tetapi harus jadi solusi untuk masalah di masyarakat", tuturnya saat menjadi pembicara di Creativepreneur pada Minggu (28/1).

Sebagai start up, fokus pada penyelesaian masalah itulah harapan dan tujuan utamanya. Dengan teknologi yang relevan juga akan mengantarkan pada goal yang ingin dicapai. Praw pun juga memaparkan 5 Indonesia Big Issue  yang masih akan terusberkembang dan bisa jadi kesempatan emas untuk para pemula start up yaitu Agriculture, Education, Health, Tourism, dan Logistic. Dengan semangat #ubahdengankode, Praw punya tujuan sendiri dengan dibentuknya Code for Indonesia yakni Discover, Collaborate & Create.

Masih banyaknya masalah di Indonesia yang belum bisa diselesaikan dengan teknologi informasi dan programming bisa jadi salah satu alternatif menyelesaikan masalah di pemerintahan. Terlebih melihat perkembangan teknologi yang terus berkembang setiap harinya. Hadirnya start up yang makin berkembang di masyarakat saat ini tentunya bisa jadi solusi digita. Bahkan menyebarkan ilmu coding di luar Pulau Jawa bagi Praw merupakan tantangan sekaligus kesempatan. "Peminatnya besar, tapi terbatas akses jalur konvensional", tambah Praw.

Menurutmu?

Percakapan Facebook