Hadirkan Air Panas Padusan dan Air Terjun Grenjengan
Pacet, Wisata Alternatif Mojokerto yang Tak Kalah Hits!

Berbicara soal traveling, jalan-jalan jarak dekat antara Surabaya - Mojokerto bisa jadi pilihan. Apalagi selama ini Kota Batu atau Malang sudah sesak, karena ritme musiman akhir pekan. Berbondong-bondong warga Surabaya mengunjungi dua daerah ini, karena dianggap mampu “menyegarkan” mata dan pikiran. Cobalah sekali-kali berkunjung ke Pacet Kabupaten Mojokerto, yang menawarkan air panas alami dan keindahan air terjunnya.

Camping dibawah rimbunan pohon pinus. Serem tapi mempesona

Kalaupun Anda tipikal pekerja yang super sibuk, saya merekomendasikan Anda mencoba berwisata di Pacet. Kenapa? Waktu yang dihabiskan untuk menikmati Pacet cukup hanya sehari semalam. Perjalanan ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam untuk kendaraan bermotor, kalau tidak macet. Rute yang ditempuh mulai Surabaya - Krian Sidoarjo - Mojosari. Kondisi jalan mulus, hanya beberapa lokasi berlubang, dan minim rambu di kawasan Mojosari.

Bawa beban secukupnya saja. Kamu gak akan kuat. Ini berat

Untuk yang hobi camping, Anda bisa membawa carrier. Siapkan tenda sesuai kapasitas. Kalaupun tidak membawa nest atau kompor portable, Anda tidak perlu khawatir karena di Pacet banyak sekali penjual makanan. Gorengan, tape ketan hitam, sate kelinci, jagung bakar merupakan kuliner yang bisa anda jumpai disana. Pacet juga bisa diakses kapanpun, kecuali Anda tahu jam operasional untuk kolam air Padusan utama yang buka 24 jam hanya pada akhir pekan. Jam buka kolam padusan weekday hanya sampai pukul 21.00 WIB. 

Pengelola wisata air panas Pacet memberlakukan mekanisme tiket dua kali. Di pintu masuk, pengunjung harus membayar tiket perorangan atau rombongan, ditambah parkir kendaraan. Tapi kalau mau masuk ke kolam, membayar kembali dengan biaya Rp10.000 per orang. Waktu Anda akan keluar dari area parkir, Anda akan diminta biaya parkir lagi. Sebelumnya, pernah ramai masalah jasa cuci kendaraan yang dilakukan jukir tanpa mengkonfirmasi lebih dulu kepada pemilik kendaraan. Tapi kondisi sekarang berangsur membaik, karena cuci mobil bisa dilakukan sesudah mendapatkan persetujuan pemilik kendaraan.

Sementara untuk parkir kendaraan menginap, pengunjung bisa menitipkan kepada pemilik warung. Karena beberapa diantara mereka menyediakan jasa parkir 24 jam. Kalau ingin ngecamp, parkir di depan persis kolam air padusan, sangat direkomendasikan karena tersedia area yang cukup luas. Disamping area inilah mendirikan tenda bisa dilakukan. 

Menikmati air panas malam hari adalah waktu terbaik. Sembari Anda bisa merasakan dinginnya hawa kawasan Pacet, Anda bisa tetap merasakan air panas yang membuat Anda betah berlama-lama berendam. Keesokan harinya sesudah Anda menginap di camp, Anda bisa menikmati segarnya air kolam dingin. Hindari datang pagi rabu pagi, karena kolam dikuras. Seminggu sekali dikuras, karena air kolam tanpa memakai kaporit.

Strobilus betina pohon pinus. Berguguran di musim bunga

Jernihnya air Grenjengan, menyegarkan

Kalau kurang puas berenang, Anda bisa menikmati air terjun Grenjengan. Lokasi cukup dekat dari air panas. Anda cukup jalan kaki, dengan trek mendaki. Butuh waktu 30 menit untuk sampai lokasi dari area parkir sumber air panas. Pengunjung diminta membayar tiket Rp6.000. sepanjang perjalanan, Anda akan melihat hamparan pohon pinus yang menjulang tinggi, dan tanaman perdu murbei yang bebas dipetik. Diantara air terjun yang pernah saya kunjungi, air terjun Grenjengan dikelola sangat baik oleh Perum Perhutani.

Anda pun bisa membeli oleh-oleh yang dijual PKL di Pacet

Tipsnya, musim hujan memang bukan waktu terbaik karena kalau Anda ingin camping, Anda perlu membawa tenda double layer untuk menghindari kebocoran. Kalau tidak ingin repot, bisa sewa penginapan. Jangan lupa membawa kaca mata renang, baju ganti, camilan dan kamera, untuk mengabadikan momen indah selama berwisata di Pacet Mojokerto.

Menurutmu?

Percakapan Facebook