Kumpul-Kumpul Rayakan Koningsdag atau King's Day Raja Willem-Alexander
Netherland Taalhuis, Komunitas Bahasa Belanda di Surabaya

Dag iedereen! Mijn naam is Fanny Agustina en ik ben 23 jaar oud. Welkom bij Nederlandse Taalhuis. Dankjewel!

Begitulah Fanny Agustina, waktu memperkenalkan diri kepada  Kolaborasik, di sebuah mall di Surabaya, Minggu (29/4). Fanny memang sudah terbiasa memakai Bahasa Belanda, sejak beberapa tahun terakhir ia mengenal Bahasa Negeri Van Oranje ini dari ayahnya. Bahasa Belanda sudah menjadi alat komunikasi alternatif, ketika dirinya juga menghabiskan waktunya menjadi relawan di Rumah Bahasa Surabaya, dalam komunitas Netherland Taalhuis, atau Rumah Bahasa Belanda.

Memang tidak ada jam kursus waktu itu, karena Fanny dan belasan anak muda yang tergabung dalam komunitas sedang merayakan Koningsdag atau King’s Day. Koningsdag adalah perayaan penting di Belanda, untuk memperingati Hari Kelahiran Raja Belanda, yang biasa diperingati setiap 27 April. Hari itu diperingati sebagai hari kelahiran Raja Willem-Alexander. Memakai jersey oranye, acara diisi dengan banyak kegiatan. Seperti membuat Stamppot Wortelen, makanan khas belanda, menyanyi lagu Samen Voor Altijd dan mendengarkan story telling berjudul De Drie Biggetjes.

“Memang kami hari ini sedang merayakan koningsdag. Jadi kami kumpul-kumpul untuk merayakannya dengan beberapa kegiatan”, jelas Fanny.

Bertemunya belasan anak muda di Surabaya ini berawal dari adanya kegiatan kursus Bahasa Belanda yang digelar secara terbuka di Rumah Bahasa Surabaya. Sejak rumah bahasa diresmikan, mulai waktu itulah kursus Bahasa Belanda digelar. Tapi peminatnya jauh kalah dari mereka yang mengikuti kelas Bahasa Inggris, Bahasa Tiongkok atau Bahasa Perancis. Perlahan tapi pasti, peminatnya mulai berkembang. Dari kalangan mahasiswa sampai pekerja.

Keberadaan kursus bahasa Belanda juga tidak terlepas dari sosok tutor yang aktif memberikan kelas. Sebelumnya, ada ada 8 tutor dengan 3 tutor aktif (2 tutor lokal dan 1 native speaker). Tapi sekarang ada 3 tutor yang bertahan, dengan 1 tutor aktif dari Belanda yang sedang menjalani pertukaran pelajar di Surabaya. Kelas Bahasa Belanda digelar setiap Rabu dari pukul 11.30 WIB - 13.00 WIB, Sabtu pukul 12.30 WIB - 14.00 WIB dan Pukul 14.30 WIB - 16.00 WIB, serta Minggu pukul 13.00 WIB - 14.30 WIB.

Sementara Dila Widya Sambhara, tutor Bahasa Belanda mengaku ada banyak alasan kenapa Bahasa Belanda menarik untuk dipelajari. Satu diantaranya karena banyak kata kerja/kata benda yang merupakan serapan dari Bahasa Belanda. Diperkirakan kurang lebih 5000 Bahasa Belanda yang diserap ke Bahasa Indonesia. Misalnya, knalpot (knapot); keran (kraan); permak (vermaak); kulkas (koelkast); bioskop (bioscoop); kopi (koffie); rekening (rekening) dan masih banyak lagi.

Meskipun banyak hal yang menarik dari Bahasa Belanda dari kosakata misalnya, tidak serta merta Bahasa Belanda mudah dipelajari. Dari sisi grammar misalnya. Bahasa Belanda mirip dengan grammar Jerman. Sementara itu, tidak banyak tempat kursus yang mengajarkan Bahasa Belanda di Kota Surabaya.

“Memang tidak banyak yang mengajarkan. Karena mungkin Bahasa Perancis atau Jerman lebih populer”, ujar Dila.

Untuk belajar Bahasa Belanda, grammar menjadi poin penting selain memperkaya kosakata Bahasa Belanda.

Disisi lain, Bahasa Belanda menjadi sesuatu yang menarik bagi Cakra Diaz (19). Karena menyukai bahasa asing, 2 tahun sudah Cakra belajar Bahasa Belanda. Menurutnya, Bahasa Belanda tidak lebih sulit dari Bahasa Jerman, sebagai bahasa asing pertama yang ia pelajari.

“Karena untuk bisa memecahkan masalah pengairan atau irigasi, kita bisa belajar dari Belanda. Karena Belanda bebas banjir, meski lebih rendah dari permukaan air laut. Kalau mau bebas banjir, bisa belajar ke Belanda dan tentu memahami itu dengan memakai Bahasa Belanda yang akan sangat membantu”, jelas Cakra.

Cakra menambahkan, mempelajari Bahasa Belanda juga bisa membantu anak muda untuk bisa lolos beasiswa Studeren in Netherland (StuNed) yang diberikan Belanda. Apalagi kompetisi beasiswa yang mengandalkan Bahasa Inggris akan lebih ketat, daripada Bahasa Belanda.and

Menurutmu?

Percakapan Facebook