Musim hujan akan memasuki puncaknya. Kendalikan mood kamu biar mendung nggak bikin sendu.
Mendung Kelabu Jangan Sampai Bikin Sendu!

Musim hujan 2018 akan berlangsung lebih singkat, karena nggak ada fenomena La Nina. Melansir Kompas.com, meski durasinya lebih pendek, intensitas hujannya bakalan tinggi. Musim hujannya nggak sampai berbulan-bulan, tapi sekalinya hujan, langsung deras banget.

Cuaca Memang Bisa Pengaruhi Moodmu

Cuaca Memang Bisa Pengaruhi Moodmu shutterstock

Karin Lucia Tanojo, S.Psi, M.Psi Dosen Psikologi Universitas Pelita Harapan menjelaskan, cuaca memang bisa berpengaruh ke mood  seseorang. Karena tubuh dan jiwa saling berhubungan, perilaku dan perasaan seseorang akan terpengaruh lingkungan di sekitarnya. Hormon serotonin berperan mengendalikan emosi yang berkaitan dengan depresi, tidur, dan daya ingat seseorang. Cuaca cerah bisa meningkatkan produksi serotonin, makanya kita merasa bersemangat dan bahagia. Sementara kalau cuaca hujan dan dingin, hormon serotonin akan menurun. Akhirnya, kita nggalau deh sambil ngelihatin rintik hujan di luar jendela. Eaaaa.

Cuaca Buruk = Mood Buruk = Stres?

Cuaca Buruk = Mood Buruk = Stres? Huffington Post

Kata Karin, mood  yang buruk menyebabkan seseorang kehilangan semangat melakukan aktivitas. Kalau terjadi terus-menerus, kita bisa jadi stres. Nah, stres yang berkepanjangan bisa mengakibatkan depresi. Depresi inilah yang perlu segera diatasi dan mendapatkan pertolongan atau bantuan.

Stres juga membuat sistem imun kita menurun. Makanya saat lagi banyak kerjaan dan deadline  tugas, kita harus makan makanan bergizi dan minum vitamin. Supaya tahan banting di segala cuaca!

Seasonal Affective Disorder

Seasonal Affective Disorder nerdfitness.com

Apa itu seasonal affective disorder? Karin menjelaskan, seasonal affective disorder atau seasonal depression adalah salah satu masalah psikologis karena cuaca. Mood akan terganggu di waktu atau musim yang sama setiap tahun. Biasanya muncul saat musim dingin. Untung di Indonesia nggak ada musim salju, ya! Gejala yang muncul adalah mudah lelah, merasa hilang harapan, depresi, menarik diri dari lingkungan, nggak mau melakukan apapun sampai hopeless. Lebih parahnya lagi, bisa sampai muncul keinginan bunuh diri, karena merasa nggak ada gunanya lagi untuk hidup

Terus, gimana caranya biar mood tetap oke?

Terus, gimana caranya biar mood tetap oke? shutterstock

Pertama, perlu disadari dulu kalau individu memang sensitif terhadap cuaca. Karin mengatakan, kesadaran akan membuat seseorang lebih waspada  dengan perubahan cuaca yang ekstrim.

Kedua, kita perlu belajar mengatur emosi dan manajemen diri. Jadi waktu cuaca berubah kita bisa adaptasi. Hal ini bergantung pada kepribadian masing-masing.

Ketiga, kalau memang cuaca yang ekstrim dirasa sangat menganggu aktivitas sehari-hari atau menyebabkan depresi, bisa dipertimbangkan untuk pindah tempat saat musim tertentu.  Wow, menikmati pemandangan pantai di Maldives kayaknya asyik nih.

Keempat, teknologi yang canggih memungkinan manusia untuk mengondisikan suhu ruangan dengan pendingin atau pemanas ruangan. Dengan mengatur suhu sesuai keinginan, bisa mencegah mood  kita jadi jelek.

Nah, sudah tahu kan sekarang? Sebenarnya wajar sih merasa agak galau kalau cuaca lagi mendung-mendung adem gini. Tapi jangan sampai mengganggu aktivitasmu, ya! Siapin jaket atau cokelat hangat supaya mood tetap oke dan semua goals kamu hari ini terpenuhi. Jangan kelamaan ngelamun di dekat jendela!

Menurutmu?

Percakapan Facebook