Dewi fortuna masih memihak Tulungagung
Kedung Tumpang, Potongan Surga Tersembunyi di Tulungagung

Selain batu marmer, dulu Kabupaten Tulungagung Jawa Timur dikenal karena Pantai Popohnya. Maklum, waktu itu Pabrik Rokok Retjo Pentung masih berjaya, dan mengantongi hak mengelola pantai yang berada di pesisir selatan Tulungagung ini. Bersamaan dengan runtuhnya bisnis rokok ini, pamor Pantai Popoh ikut memudar. Pantai Popoh semakin memprihatinkan. Pengunjung tidak seramai dulu. Pantai Popoh yang awalnya primadona, kalah saing dengan Pantai Karanggongso dan Pantai Prigi di KabupatenTrenggalek.

Tapi dewi fortuna masih memihak Tulungagung. Kondisi geografisnya yang dikelilingi gunung di setiap ujung arah mata angin dan berada di sisi selatan pulau Jawa dengan batas Samudra Hindia, membuat sejumlah nama pantai baru bermunculan belum lama ini. Selain Pantai Sine, Dlodo, Gemah, Klathak, dan Sidem, ada juga Pantai Coro, Brumbun, Banyu Muluk, dan Sioro. Tapi dari sekian itu, ada satu pantai yang unik. Pantai Kedung Tumpang namanya

Berlokasi di Desa Pucanglaban Kecamatan Pucanglaban, butuh waktu 1.5 jam dari pusat kota untuk sampai di lokasi ini, baik dengan mobil atau motor. Untuk angkutan umum, belum menjangkau sampai lokasi. Sementara untuk akses kendaraan pribadi ada dua pilihan. Lewat kota- Kalidawir atau kota – Ngunut. Kondisi jalan Ngunut lebih mulus, karena 90 persen dari sepanjang rute sudah beraspal. Pemkab Tulungagung juga baru saja membangun jalan cor di Kalidawir meski belum tuntas 100 persen, sehingga jalur ini lebih menantang.

Pengunjung hanya dibebankan karcis masuk Rp 5ribu per orang, ditambah retribusi parkir Rp5ribu saja. Di lokasi, kamu akan menemukan dua akses turunan yang menjangkau ke titik pantai. Hanya saja, yang satu lebih landai dan panjang, sementara yang satu lebih pendek tapi curam. Kehadiran tangga cor di akses kedua, ternyata paling banyak diminati karena hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai lokasi.

Pantai Kedung Tumpang berbeda dengan layaknya pantai lain, karena berupa cekungan batu karang tepi laut, yang membentuk semacam kubangan. Kubangan ini terisi air kala pasang. Bahkan ikan laut dan rumput laut terlihat disana. Tidak hanya satu kubangan, tapi cukup banyak.

Kedung Tumpang memang sudah familiar bagi anak muda di Tulungagung. Berkat akun media sosial yang memposting keindahannya, membuat pamor Kedung Tumpang kian meroket.

Tips bagi kamu yang akan liburan ke Kedung Tumpang, waktu pagi hari menjadi waktu terbaik. Karena pasang air laut, jam kunjungan sore kurang direkomendasikan. Pengelola sudah memasang jaring pengaman diantara karang, untung mencegah pengunjung yang berenang tidak terseret ke laut. Maklum, dulu pernah ada wisatawan yang hilang tertelan ombak.

Jangan lupa bawa perlengkapan menyelammu; sunblock, google dan fins. Jangan lupa juga kamera untuk ber-swafoto disana.

Menurutmu?

Percakapan Facebook