Karena kamulah pendukungnya yang terhebat.
5 Langkah Tepat Saat Teman Curhat

vulcanpost.com

Kita pasti sedih dan miris kalau melihat kasus orang-orang yang meninggal dengan mengakhiri hidupnya sendiri. Saat muncul kecenderungan bunuh diri, di samping dukungan orang terdekat, memang cuma orang itu sendiri dan Tuhan yang mampu menyelamatkan. Tapi tahu nggak sih, kadang-kadang hanya sebuah tindakan tidak sengaja dari kita lho, yang membuat seseorang semakin sedih dan merasa buruk.

Yuk mulai dari langkah sederhana, seperti melakukan tindakan di bawah ini kalau teman atau saudara lagi sedih, terus curhat sama kamu. Jangan sampai kita sebagai orang yang sudah mereka percaya untuk membuka hatinya, malah mengecewakan mereka!

1. Tanyakan Ada Apa

1. Tanyakan Ada Apa dailyasianage.com

Perhatikan kalau orang lain menunjukkan perubahan ekspresi atau sikap. Dari yang suka ketawa jadi pendiam atau murung. Juga saat kamu tahu seseorang baru mengalami sesuatu yang negatif, tapi dia terlihat senang-senang aja. Itu juga perlu diperhatikan lho!

Dra. Meirina, S.Psi, M.Psi Psikiater Rumah Sakit Siloam Surabaya menjelaskan, kamu bisa mengawali dengan menanyakan ada apa, apa kamu baik-baik aja, dan pertanyaan serupa. Mungkin nggak semua orang mau langsung cerita setelah ditanya. Kamu cukup bilang oke kalau belum mau cerita, cerita aja kalau kamu sudah siap ya. Pastikan kamu luangkan waktu untuk mendengarkan dan mendukungnya.

Kamu juga bisa cukup duduk di sampingnya, menepuk-nepuk punggung atau bahunya, atau memegang tangannya. Pertanyaan ada apa adalah bentuk perhatian, sementara sentuhan akan menguatkan temanmu. Membuat orang yang sedih merasa oh iya ya,  ternyata masih ada yang memberi perhatian dan dukungan buatku.

2. Saat Dia Mau Bercerita, Dengarkan

2. Saat Dia Mau Bercerita, Dengarkan healthnetpulse

Kalau akhirnya dia mau menceritakan masalah dan bagaimana perasaannya, dengarkan. Meirina mengatakan, kita harus mendengarkan dengan seksama dan penuh perhatian. Jangan mengatakan apapun dulu atau menyanggah, misal dengan kata-kata ah, ternyata cuma karena itu, atau gitu aja kamu sedih! karena ditakutkan akan mengurangi keinginan dia untuk bercerita ke kamu. Dengan mendengarkan baik-baik, kita bisa coba memahami alur berpikir teman kita. Sambil mendengarkan, cobalah kamu membayangkan ada di posisinya. Hindari menganggap remeh apapun masalah seseorang, karena tiap orang punya karakter dan ketahanan mental yang berbeda.

3. Sampaikan Kalau Kamu Paham Perasaannya

3. Sampaikan Kalau Kamu Paham Perasaannya shutterstock

Kalau dia sudah selesai cerita, sampaikan kalau kamu mengerti dan memahami kenapa dia sedih. Oke, aku paham perasaanmu. Atau kalau kamu memang masih bingung, tanyakan dulu apa kamu boleh bertanya soal beberapa hal yang kamu masih belum paham. Kata Meirina, menyampaikan kalau kita paham bagaimana perasaan dia, juga termasuk bentuk dukungan. Dengan mengetahui ada yang mendengarkan dan memahaminya, dia yang lagi sedih nggak akan merasa sendirian.

4. Ajak Dia Mencari Hikmahnya

4. Ajak Dia Mencari Hikmahnya shutterstock

Tahap ini adalah tahap yang sudah advance. Meirina menjelaskan, sebenarnya dengan mendengarkan curhatan dan mengatakan kalau kita memahami perasaannya itu sudah cukup. Tapi kalau kamu memang orang terdekatnya, kamu bisa melangkah lebih jauh ke tahap ini. Tapi harus hati-hati ya! Pastikan dia sudah lebih tenang dan emosinya mereda. Karena mengajak diskusi orang yang masih emosi malah akan membuat suasana tambah runyam. Kata Meirina, saat seseorang merasakan emosi negatif, maka sisi logis atau rasionalnya akan berkurang. Semakin dia merasa negatif, daya tahan tubuhnya akan melemah, dan dampaknya membuat orang itu gampang sakit.

Saat dia sudah lebih tenang, maka akan lebih mudah mengajaknya berpikir rasional. Diskusikan apa hal positif dan negatif dari masalah yang sedang dialami. Setiap kejadian pasti ada hikmah yang bisa diambil.  Kesedihannya mungkin nggak bisa hilang secara instan dan perlu proses. Tapi dengan mengambil hal positifnya, akan membuat dia masih punya harapan untuk melanjutkan hidup.

5. Move On!

5. Move On! soulscape.asia

Saat semua sudah clear dan lebih tenang, kamu bisa membahas bersama temanmu, apa langkah selanjutnya yang akan dia lakukan. Misalnya dia gagal mendapat beasiswa, sedihnya sudah mulai reda, dan sudah mengambil hikmahnya juga. Lalu apa next step-nya? Ada banyak kemungkinan dan pilihan. Meirina mengatakan, mampu menentukan langkah sesudah mengalami masalah dan melanjutkan hidup, akan menjadi perkembangan besar seorang individu. Selain niat, doa dan usaha dari dirinya sendiri, dukungan moral dari orang-orang terdekat tentu sangat dibutuhkan.

pourquoidocteur.fr

Catatan terakhir, konsultasikan dengan profesional kalau kondisi temanmu bertambah buruk. Misalnya mengalami trauma, terus mengurung diri, emosi cepat berubah, tidak mau makan, mulai mengalami sakit fisik seperti sakit kepala terus menerus, mual dan muntah.  Pastikan dia selalu mendapat dukunganmu, ya!

Menurutmu?

Percakapan Facebook